Mengenal Beragam Jenis Verb dalam Bahasa Inggris

279

Kampung Inggris Bandung – Dalam bahasa inggris, Verb merupakan kata yang mendeskripsikan sebuah tindakan, aksi maupun kondisi dan pengalaman. Itulah mengapa mempelajari mengenai verb ini menjadi satu hal dasar yang penting dalam belajar bahasa inggris. Nah pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan mengenai jenis jenis verb dalam bahasa inggris. Bagi anda yang sedang berada pada materi mempelajari verb inni, penting untuk simak penjelasan berikut.

 

Beragam Jenis Verb

Dalam belajar verb, kita akan diperkenalkan dengan beberapa jenis verb dan berikut beberapa diantaranya.

 

Regular Verb

Regular verb adalah verb yang mengikuti pola perubahan tertentu ketika diubah menjadi bentuk lampau dan bentuk participle (V2 dan V3). Biasanya, pola perubahan ini melibatkan penambahan akhiran -ed pada bentuk lampau dan bentuk participle. Contoh regular verb adalah “walk” (berjalan), yang berubah menjadi “walked” (berjalan) dan “walked” (telah berjalan).

 

Irregular Verb

Berbeda dengan regular verb, irregular verb tidak mengikuti pola perubahan tertentu saat diubah menjadi bentuk lampau dan bentuk participle. Setiap irregular verb memiliki bentuk lampau dan bentuk participle yang unik. Contoh irregular verb adalah “go” (pergi), yang berubah menjadi “went” (pergi) dan “gone” (telah pergi).

 

Singular Verb

Singular verb digunakan ketika subjek dalam kalimat adalah tunggal. Ini berarti bahwa verb tersebut sesuai dengan jumlah tunggal subjek. Contohnya, “She sings” (Dia menyanyi).

 

Verb Ing

Verb ing, juga dikenal sebagai gerund, adalah bentuk verb yang berakhiran -ing dan berfungsi sebagai noun dalam kalimat. Contohnya, “Swimming is my favorite hobby” (Berenang adalah hobi favoritku).

 

Auxiliary Verb

Auxiliary verb, juga dikenal sebagai helping verb, digunakan bersama dengan main verb untuk membentuk berbagai tenses, mood, dan voice. Contohnya, “She is singing” (Dia sedang menyanyi).

 

Modal Verb

Modal verb adalah verb yang digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan, kemampuan, izin, atau keharusan. Contohnya, “can,” “could,” “may,” “might,” “must,” “shall,” “should,” “will,” “would,” dan “ought to.”

 

Phrasal Verb

Phrasal verb adalah kombinasi dari verb dan satu atau lebih preposisi atau adverb yang membentuk satu unit makna. Mereka memiliki makna yang tidak dapat diprediksi berdasarkan makna individu dari kata-kata yang membentuknya. Contohnya, “look up” (mencari informasi).

 

Verb Phrase

Verb phrase adalah kelompok kata yang terdiri dari verb utama dan auxiliary verb atau modal verb. Contohnya, “She has been studying” (Dia telah sedang belajar).

 

Linking Verb

Linking verb, juga dikenal sebagai copula verb, menghubungkan subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut, seperti atribut atau pelengkap. Contohnya, “is,” “am,” “are,” “was,” dan “were.”

 

Action Verb

Action verb menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat. Contohnya, “run” (lari), “eat” (makan), dan “play” (bermain).

 

Transitive Verb

Transitive verb membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya dalam kalimat. Contohnya, “I read a book” (Saya membaca sebuah buku).

 

Infinitive Verb

Infinitive verb adalah bentuk verb yang belum dikonjugasikan atau diubah menjadi bentuk waktu lain. Biasanya, mereka memiliki kata “to” di depannya. Contohnya, “to run” (berlari), “to eat” (makan), dan “to play” (bermain).

 

Stative Verb

Stative verb, juga dikenal sebagai state verb, menggambarkan keadaan atau kondisi yang tetap dan tidak berubah. Mereka tidak menggambarkan tindakan atau perubahan yang terjadi. Contohnya, “like” (suka), “believe” (percaya), dan “know” (tahu).

 

Subject-Verb Agreement

Subject-verb agreement merujuk pada kesesuaian antara subjek dan verb dalam hal jumlah. Verb harus sesuai dengan jumlah subjek dalam kalimat. Contohnya, “She sings” (Dia menyanyi) versus “They sing” (Mereka menyanyi).

 

Intransitive Verb

Intransitive verb tidak membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya dalam kalimat. Mereka dapat berdiri sendiri dan tetap memiliki makna yang jelas. Contohnya, “She sleeps” (Dia tidur).

 

Main Verb

Main verb adalah verb utama dalam kalimat yang mengungkapkan makna utama. Contohnya, dalam kalimat “She eats an apple” (Dia makan apel), “eats” adalah main verb.

Baca juga Belajar Mengenal Penggunaan Noun dalam Bahasa Inggris

Causative Verb

Causative verb mengindikasikan bahwa subjek menyebabkan atau meminta orang lain untuk melakukan tindakan tersebut. Contohnya, “have” dan “make.” Misalnya, “I had my car repaired” (Saya memperbaiki mobil saya).

 

Finite Verb

Finite verb mengungkapkan tense (waktu), person (orang), dan number (jumlah) dalam kalimat. Mereka berubah sesuai dengan subjek dan berada dalam bentuk finite (terbatas). Contohnya, “He walks” (Dia berjalan).

 

Passive Verb

Passive verb digunakan ketika subjek menerima tindakan dari verb, bukan melakukan tindakan tersebut. Contohnya, “The book was written by John” (Buku itu ditulis oleh John).

Itulah beberapa jenis verb dalam bahasa Inggris. Memahami perbedaan dan penggunaan masing masing jenis verb ini akan membantu Anda memperkaya kosakata dan memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris Anda. Semoga artikel ini bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here