Mengenal Perbedaan “Hit me up dan Stay Awoke” dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

318

Les Bahasa Inggris untuk Mahasiswa – Dalam dunia bahasa Inggris, terdapat berbagai ekspresi slang yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dua di antaranya adalah “hit me up” dan “stay woke.” Meskipun tergolong dalam bahasa informal, kedua frasa ini memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Mari kita telaah lebih dalam mengenai perbedaan serta contoh penggunaannya.

 

1. “Hit me up”

Frasa “hit me up” memiliki arti yang mungkin terdengar agak aneh bagi yang belum terbiasa dengan ungkapan ini. Secara harfiah, frasa ini bisa diartikan sebagai “hibur aku.” Namun, penggunaannya sebenarnya merujuk pada ajakan untuk berkomunikasi atau bertemu. Biasanya, frasa ini digunakan oleh orang Amerika ketika mereka ingin mendapatkan perhatian atau ingin diajak berbicara oleh teman-teman mereka. Meskipun awalnya terdengar seperti permintaan fisik untuk “memukul” mereka, dalam konteks ini, “hit me up” memiliki makna sosial yang lebih luas.

 

Contoh Kalimat

Hey, I’ll be in the city next weekend. Hit me up if you want to go to the concert. (Hei, aku akan di kota akhir pekan depan. Hubungi aku jika kamu ingin pergi ke konser.)

Feeling bored tonight. Hit me up if you’re up for some online gaming. (Merasa bosan malam ini. Hubungi aku jika kamu ingin main game online.)

I heard you’re good at coding. Can you hit me up with some tips? (Aku dengar kamu pandai coding. Bisa berikan aku beberapa tips?)

We should catch up soon. Hit me up and we’ll plan something. (Kita sebaiknya segera bertemu. Hubungi aku dan kita akan merencanakan sesuatu.)

I’ve got an extra ticket to the movie tonight. Anyone interested, hit me up! (Aku punya tiket ekstra untuk nonton film malam ini. Siapa saja yang tertarik, hubungi aku!)

Planning a hiking trip this weekend. If you’re into it, hit me up! (Merencanakan perjalanan mendaki akhir pekan ini. Jika kamu tertarik, hubungi aku!)

Hey, it’s been a while. Hit me up and let’s catch up over coffee. (Hei, sudah lama tidak berjumpa. Hubungi aku dan mari kita ngobrol sambil minum kopi.)

 

2. “Stay Awoke”

Frasa “stay woke” adalah contoh lain dari bahasa slang yang memiliki makna mendalam. Secara harfiah, “stay woke” bisa diartikan sebagai “tetap terjaga.” Namun, makna sebenarnya lebih kompleks daripada itu. Ungkapan ini berasal dari budaya Afro-Amerika dan telah berkembang menjadi istilah yang mengajak orang untuk tetap waspada terhadap berbagai isu sosial, terutama terkait dengan ketidaksetaraan, rasisme, dan ketidakadilan.

Baca juga Memahami Perbedaan “Homie dengan Homely” Belajar Bahasa Inggris

Contoh Kalimat

It’s crucial to stay woke about climate change and its impact on our planet. (Sangat penting untuk tetap waspada terhadap perubahan iklim dan dampaknya pada planet kita.)

She’s always staying woke on social justice issues and advocating for change. (Dia selalu waspada terhadap isu keadilan sosial dan mengadvokasi perubahan.)

Being informed is key. We need to stay woke about the latest developments. (Mengetahui informasi adalah kunci. Kita perlu tetap waspada terhadap perkembangan terbaru.)

They encouraged the students to stay woke to the challenges of the real world. (Mereka mendorong para siswa untuk tetap waspada terhadap tantangan dunia nyata.)

The documentary aims to make people stay woke about the issues faced by marginalized communities. (Dokumenter ini bertujuan membuat orang tetap waspada terhadap masalah yang dihadapi komunitas yang terpinggirkan.)

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, penting untuk memahami perbedaan konteks dan makna di balik ekspresi slang seperti “hit me up” dan “stay woke.” Meskipun mungkin terdengar asing pada awalnya, memahami dan menggunakan frasa-frasa ini secara tepat dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih efektif dalam percakapan informal. Ingatlah bahwa bahasa slang sering berkembang seiring waktu, jadi selalu ada baiknya untuk tetap mengikuti tren bahasa yang sedang berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here