Mengenal Sedikit Uniknya Singlish atau Singaporean English

0
137

Singapura memang negara yang super keren untuk dikunjungi. Karena negaranya yang modern, tertib, dan bersih, maka tidak heran negara yang dijuluki ‘macan Asia’ ini selalu banjir pengunjung.

Selain kuliner dan spot wisatanya yang unik, Bahasa warga disana juga menarik untuk disimak loh.

Seperti Indonesia, warga Singapura terdiri dari berbagai etnis terutama Tiongkok, Melayu, India, dan Bugis. Untuk menyatukan mereka dan memudahkan komunikasi, Singapura menetapkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional.

Tetapi, ada sedikit perbedaan antara Bahasa Inggris tradisional dengan dialek Singlish, loh. Singlish merupakan perkawinan antara Bahasa Inggris dengan Bahasa Melayu dan juga dipengaruhi oleh Bahasa Tiongkok.

Meskipun sempat dipandang sebelah mata, pelan – pelan tapi pasti Singlish sudah mulai diakui dunia lohh. Sebenarnya, singlish tidak jauh berbeda dengan Bahasa Inggris yang biasa kita pelajari, tetapi ada sedikit perbedaan yang membuatnya unik.

Mau tahu apa saja? Yuk, disimak penjelasannya!

 

1. Partikel dari Bahasa Tiongkok

 

Karena mayoritas warga Singapura beretnis tiongkok,  maka Singlish banyak dipengaruhi oleh bahasa ini. Yang paling jelas terlihat adalah penggunaan partikel khas Bahasa Melayu, seperti hah (untuk bertanya), ah (untuk menyatakan ketidakpastian),  dan lah (untuk membuat pernyataan).

Contohnya seperti ini:

  • Close the door, hah? (Pintunya mau ditutup?)
  • You look so beautiful, lah! (Kamu terlihat sangat cantik!)
  • This is not pork, ah? (Ini bukan babi, kan?)

2. Subjek sering tidak digunakan.

 

 

Dalam Bahasa Inggris tradisional, kalau kalian bicara tanpa menggunakan subjek, lawan bicara kalian akan kebingungan. Tapi tidak dengan Singlish, biasanya lawan bicaramu akan mengerti subjeknya walaupun tidak disebutkan.

Contohnya seperti ini: kata yang didalam kurung berarti subjek yang tidak disebut

  • Eww, (I) don’t want that! (Ih, ga mau itu!)
  • My mom not here, (she) go to market. (Ibuku lagi ga ada, dia ke pasar.)

3. Conditional clauses tanpa conjunction

 

 

Conditional clauses biasa menggunakan kata hubung seperti if dan when. Tetapi tidak dalam singlish. 

Contohnya seperti ini:

  • (if) you go, who will drive? (kalau kamu pergi, siapa yang nyetir?)
  •  (if you) Cry again, we go home. (Kalau kamu nangis lagi, kita pulang)

4. Verb to be sering tidak digunakan

To be yang biasa digunakan seperti is dan are sering tidak digunakan dalam singlish.

 

 

Seperti ini contohnya:

  • She worry (dia khawatir)
  • Where my keys? (dimana kunciku?)
  • I (am) leaving now. (Aku pergi sekarang.)

5. Frasa – Frasa singlish yang umum digunakan

 

 

Sekarang mari kita bahas beberapa frasa Singlish yang banyak digunakan sehari – hari di Singapura. Uniknya, banyak frasa yang hampir mirip dengan Bahasa Indonesia lohh.

Diantaranya seperti ini:

  • Why you so like that? (Kenapa kamu seperti itu?)
  • Don’t play – play with me! (Jangan macam – macam kamu!)
  • Can or not? (Bisa atau tidak?)
  • Lim kopi (‘nongkrong yuk’ atau ‘ngopi yuk’)
  • Kancheong spider (kalau kamu dipanggil ini, kamu dibilang harus santai)

Sekian gambaran singkat tentang singlish. Semoga kalian bisa menggunakannya ya kalau kalian lagi di Singapura!

Sumber:

5 unique feature of Singlish

https://etoninstitute.com/blog/5-unique-features-singlish

The rise of Singlish

https://www.bbc.com/news/magazine-33809914

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here