Seleksi masuk jadi mahasiswa S1 ke universitas di Malaysia

0
428
govinsider

salah satu tujuan dan target melanjutkan studi dari mahasiswa di Indonesia diantaranya adalahmelanjutkan studi di negara tetangga paling dekat dengan kita yaitu malaysia, kesamaan adat dan juga kebiasaan yang tidak terlalu mencolok berbeda menjadikan malaysia menjadi salah satu tujuan utama melanjutkan pendidikan bahkan karier

di Malaysia sendiri  terdapat sekitar 56 perguruan tinggi yang termasuk kategori universitas dan kolej-university yang biasanya boleh menerima mahasiswa asing (international student). Dari 56 perguruan tinggi ini 20 diantaranya adalah universitas negeri (istilah disini Institut Pengajian Tinggi Awam atau IPTA),

kemudian perguruan Tinggi ainya adalah perguruan tinggi swasta (atau IPTS).  Universitas negeri (IPTA) tersebut tersebar di setiap negara bagian dan biasanya menggunakan nama Malaysia di namanya yang berfungsi sebagai label dan merk (misal seperti Universitas Malaysia Perlis, Universitas Malasia Sabah, Universitas Kebangsaan Malaysia dll) dan tentu supaya terasa kenal lebih dekat (bandingkan kalau pake nama “Perlis” atau “Sabah” saja, tentu tidak begitu dikenal).

Mutu universitas negeri di Malaysia termasuk bagus dan dikontrol oleh pemerintah, jadi bila memang berminat studi pilihlah yang IPTA ini. Namun, terdapat lima universitas negeri yang merupakan universitas terbaik di Malaysia, yaitu Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Putra Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia. Kelima universitas tersebut juga mendapat pengakuan sebagai universitas riset oleh pemerintah Malaysia, yang menunjukkan produktivitas mereka dalam riset ilmiah dan publikasinya.

Untuk mengetahui bagaimana prosedur seleksi menjadi mahasiswa di universitas di Malaysia, cara yang paling bagus adalah mengecek melalui website resmi mereka, misal untuk yang di UTM bisa dicapai disini (http://www.utm.my/prospectus/). Informasi dalam website resmi perlu diketahui karena proses dan persyaratan seleksi bisa berubah sesuai dengan kebijakan masing-masing universitas.

Misalnya, satu waktu dahulu untuk masuk ke satu universitas negeri di Malaysia tidak perlu menyertakan hasil test kemampuan bahasa Inggris (seperti TOEFL dan IELTS) bagi calon mahasiswa yang satu rumpun Melayu (yaitu dari Singapura, Brunei dan Indonesia) karena masih bisa berkomunikasi dengan bahasa Melayu, namun aturan baru malah mewajibkan; sehingga bila persyaratan tidak dipenuhi dengan sendirinya lamaran kita akan gagal.

hal yang penting lainnya adalah proses seleksi dan persyaratan.  Hampir semua universitas di Malaysia melakukan proses penerimaan mahasiswa baru berdasar seleksi administratif, artinya tidak ada ujian masuk sama sekali. Hal ini bagi beberapa netter yang berkirim email langsung ke saya selalu terus ditanyakan dan seolah tidak percaya. Kadang timbul pertanyaan bagaimana bila belum lulus SMA (masih duduk di kelas 12) dan belum UN? maka yang perlu disiapkan adalah fotocopy raport yang dilegalisir sampai semester ganjil di kelas 12

Selain syarat mengirimkan raport, calon mahasiswa juga harus mengisi formulir pendaftaran yang berisi data diri (nama, alamat, email dll), jurusan yang diinginkan dan komitmen pembayaran biaya kuliah. Beberapa universitas juga mensyaratkan disamping mengisi formulir yang diunduh, juga perlu daftar secara elektronik di website mereka. Setelah itu syarat lainnya adalahmenyertakan  pas foto ukuran passport (biasanya tiga lembar), fotocopy passport, dan membayar biaya pendaftaran seleksi masuk.

Biaya pendaftaran bisa dilakukan di Indonesia melalui bank yang ada di Indonesia dengan membayar sekitar US$ 30 ke rekening universitas yang dilamar; ataupun datang langsung ke Malaysia dan bayar ke rekening bank yang bersangkutan (biasa sekitar RM 80); bukti pembayaran diminta untuk nanti disertakan dengan berkas lain yang akan dikirim. Selain itu bila anda mempunyai piagam penghargaan dari berbagai kompetisi seni, olahraga, atau kreativitas  baik di tingkat lokal, propinsi, nasional atau internasional.

Bila semua berkas sudah lengkap, maka tinggal dikirim ke universitas yang dituju dengan pos tercatat; atau bila memang mau, bisa dikirimkan secara langsung ke kantor universitas yang bersangkutan. Jangan lupa untuk meminta bukti pengiriman; serta segera email ke pihak administrasi kampus untuk menanyakan apakah berkas sudah diterima atau tidak. Biasanya bila memang sudah diterima, mereka akan membalas via email tentang itu. Karena sistem seleksi dilakukan secara independen oleh masing-masing universitas, maka anda bisa melamar ke berbagai universitas di Malaysia secara bersamaan, sekaligus juga menambah peluang anda untuk bisa diterima tentunya. Yang perlu dilakukan pun tidak sulit karena sifatnya yang persyaratan administratif jadi bisa dilakukan secara bersamaan dikirimkan ke berbagai universitas tadi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jurusan dan universitas negeri di Malaysia. Jatah (kuota) mahasiswa asing di universitas negeri di Malaysia jumlahnya sedikit, maksimal yang bisa mereka terima adalah 5% dari jumlah total (misal satu universitas menerima 2000 orang mahasiswa baru, maka jatah untuk mahasiswa asing adalah 100 orang).

Hal ini berbeda dengan universitas swasta di Malaysia, dimana mereka tidak ada batasan kuota, sehingga kadang di satu kelas universitas swasta lebih banyak mahasiswa asing-nya dibanding mahasiswa lokal yang orang Malaysia. Sedangkan untuk mahasiswa S2 dan S3, jumlah maksimal mahasiswa asing yang boleh diterima di IPTA lebih besar, yaitu 25%. Hal ini artinya bagi anda calon mahasiswa S1, maka anda akan bersaing dengan sesama Indonesia atau calon mahasiswa internasional negara lain (China, Timur Tengah, Afrika dll) yang sama-sama memilih jurusan yang sama.

Pengumuman kelulusan biasanya didapat pada bulan Juli sampai awal Agustus. Pihak universitas akan mengirim email yang berisi offer letter yang isinya adalah penawaran studi S1 di universitas yang bersangkutan. Ada juga email pemberitahuan untuk mengakses ke website tertentu, kemudian memasukkan nomor passport sebagai identifikasi untuk mengetahui diterima atau tidaknya.

Bila memang anda mendapatkan offer letter tersebut, segera putuskan untuk menjawab: apakah menerima atau tidak. Bila anda menerima, biasanya syarat lanjutan adalah test kesehatan dan ini harus dilakukan di Malaysia (biaya sekitar RM 200). Anda akan lolos test ini bila tidak mengidap penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis.

Masa registrasi dilakukan langsung oleh si mahasiswa dalam jarak satu atau dua minggu sebelum perkuliahan berlangsung (artinya dilakukan akhir Agustus).  Saat registrasi, biaya yang harus dibayar adalah biaya kuliah, biaya jasa lain yang berhubungan dengan kegiatan kampus (akses internet, transportasi dalam kampus, penginapan di asrama dll).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here